Langsung ke konten utama

HAKIKAT HIDUP DAN KEHIDUPAN
Ringkasan buku 
"Allah pun cemburu" 
(Belajar dari kecemburuan Allah )
Oleh: Usnul Fiqri (MPS_11 D)

Tuhan adalah kekasih yang paling setia mendampingi dalam suka dan duka. Namun terkadang tanpa kita sadari kita telah menduakan bahkan melalaikan-Nya. Tuhan adalah kekasih yang begitu mencintai hamba-hambaNya, sehingga ketika mereka berpaling dari-Nya maka iapun cemburu. Tuhan berkata “Aku adalah kekasihmu, Aku cemburu kala kau berpaling dari-Ku. Aku cemburu kala kau berpihak pada pikiran, perkataan, dan perbuatan yang tidak Ku sukai.” Allah berfirman dalam  (Q.S 47;36), “Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau..” Dalam buku ini penulis mengulas bahwa tak ayal jika kita berfikir bahwa hidup hanyalah sebatas materi mencari harta sebanyak mungkin untuk memenuhi kebutuhan  pribadi maupun keluarganya.  Setelah satu materi di dapatkan  maka manusia akan terus dan terus mencari materi lain demi memenuhi hasrat akan sebuah benda yang tak lain hanyalah sebatas nafsu dan keinginan, bukan sebuah kebutuhan. Begitupun dengan permainan dan senda gurau, selalu menghiasi keseharian hidup kita.
Nabi pun juga   bersabda:
“Perlakukanlah dunia ini seperti kau adalah pengendara kuda yang berteduh sejenak di pohon rindang, lalu pergi berlalu dari pohon tersebut.” Dilain kondisi Nabi  juga
menambahkan, “engkau tidak bisa bercampur dengan dunia tanpa dikotori olehnya, sebagaimana engkau tak bisa menyelam dalam air tanpa menjadi basah.”Hal lain yang terkait dengan masalah keduniaan adalah terkait dengan hal yang kita sukai dan kita benci, sebagaimana Allah berfirman: boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. (Q.S 2;216)
Tak sadarkah kita bahwa Allah cemburu atas segala apa yang kita punya, anak adam tidak mempunyai hak kecuali hanya dalam beberapa hal: “rumah untuk tempat tinggal, pakaian untuk menutupi auratnya, serta roti kering sebagai makanan pokok dan air.” Begitu banyak kita temui betapa rakusnya manusia atas segala nikmat yang telah diberi oleh Allah, namun tak ada kata syukur yang mencuat dari ujung lidahnya sama sekali, hal itu menjelaskan betapa menjalarnya virus kufur nikmat dikalangan ummat manusia, khususnya kita yang beragama Islam. “Rakusnya seseorang atas harta dunia atau kedudukannyaterhadap agamanya lebih berharga daripada rakusnya 2 srigala lapar yang dilepas di padang gembala.”
Dikisahkan seorang raja yang sombong bertemu dengan seorang sufi yang menyamar menjadi seorang pengemis. Raja tersebut menganggap bahwa pengemis menghalangi jalannya dan kemudian memakinya tanpa kata ampun, namun apa kata si pengemis ia malah balik menantang sang raja. Wahai raja sejauh mana kekayaan yang kau miliki, perlihatkan padaku, kemudian sang raja mengeluarkan satu persatu emas yang berada di kantongnya  dituangkannya kedalam wadah si pengemis. Namun apa yang terjadi emas tadi lenyap dimakan oleh wadah. Wahai raja ini adalah keinginanmu selama ini, jika kau terus memelihara keinginan, nasibmu akan sama dengan harta-hartamu tadi, hilang, lemyap dan terbenam dalam wadah dan tak akan mungkin berdiri sendiri.
Hal diatas jelas menggambarkan bahwa seseorangbyang bergelimang harta dan kekuasaan, kemungkinannya untuk bertindak lalai lebih besar daripada mereka yang tidak terikat pada kepentingan duniawi. Ketahuilah bahwa dunia ini adalah penjara dan wabah lapar bagi orang-orang muslim sehingga ia (jika benar-benar muslim) akan menderita selama berada di tempat tersebut. Padahal Nabi pernah bersabda: “kemiskinan adalah kebanggaanku.” Bukan berarti sabda Nabi tadi menyuruh kita untuk hidup dalam kemiskinan, maksud disini adalah berusaha hingga sekecil-kecilnya menghapus keinginan duniawi, dengan kata lain kita harus meminimalisirnya.  





















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Penentuan

*****   Tutorial sore, kegiatan rutin kami sebagai siswa dan siswi pilihan di MAPK KotoBaru. Sebuah Madrasah Aliyah Negeri berbasiskan pesantren yang lebih dikenal dengan "Madrasah aliyah Program Khusus" yang memiliki beberapa buah fase perubahan nama setelah itu mulai dari MAN/MAPK menjadi MAN/MAKN(Madrasah Keagamaan Negeri),sejalan beriringnya waktu namanya pun kembali beradopsi menjadi ITT(Internasional Timur Tengah)yang lebih di anekdotkan oleh salh seorang Ustadz favourit kami,dulu ku ingat ketika awal mendaftar di kampus 1000 kenangan ini, impian yg kutanamkan adalah melanjutkan jenjang pendidikanku hingga perguruan tinggi di kampung Para Nabi, Cairo Al-Azhar University. namun impian itu sirna sejalan beriringnya waktu, setangkai dengan pendewasaan yang ku terpa dan juga keikut sertaan tangan takdir Allah SWT.   ****   Gedung bertingkat,gedung baru yg terselesaikan, walaupun tidak indah pada waktunya, gedung yang tidak pernah kami bayangkan...
iah (Kala hati yang berbisik) iapun mulai berbicara terkadang manusia tersadar saat ia terjepit oleh himpitan masalah, beribu-ribu problematika  hidup dan sedikit rasa sakit.Namun apakah itu akan tetap bertahan, ataukah hanya sekedar  kefasikan semata!!! Ataukah memang benar-benar sumpah ketaqwaan yang mapan???  Maka  beruntunglah orang-orang yang pandai bersyukur. Moga sakit ini menjadi pelajaran akan  sebuah jati diri dan juga hikmah teruntukku dan juga mengurangi akan dosa-dosa ku, Amin. Dan tadi sepanjang perjalanan naik bus way, ku teringat akan peta2 masa depan yang ku buat dulu, semuanya kembali ku ingat, dan membuat diri ini bersemangat!  Subhanallah, dan muncul power :) moga ini langkah awal yang baik, Amin...! Ya Allah.... mohon petunjuk atas segala resah... mohon ampun ats segala titah tak berbuah... pinta jeruji hati... berikan berkah terali keangkuhan... moga hendak menggapai impian diri... l...